Kamu bukanlah untukmu dilahirkan

Tidak ada komentar

# SelamatPagi para Putra terbaik #Bangsa ..
apa kabarmu today?? masih adakah ediologi bahkan
edialis dalam dirimu yg menggebu2 itu?? sadarlah dan
resapilah, bahwa dirimu bukanlah untukmu kamu
dilahirkan..
bukannya teroleh dirimu kmu direncanakan..
dan tidaklah tersampai atasmu kmu diciptakan..
melaikan.. untuk secuil daratan seember lautan yg
terbentang bagai perahu keragaman adat dan
kebudayaan.
sabang meraukelah ujung dari kebangsaanmu..
kembangkan dan pelihara lah amanat ini untukmu..
jangan kau ingkari..
ingatlah kmu bukan untukmu dilahirkan. tapi untuk
orang2 disekitarmu..

(doel-catatangus//20072014).

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Berusahalah menjadi Pemenang

Tidak ada komentar

"Jadilah yang pertama, kalau tidak bisa jadilah yang
terbaik, tapi kalau tidak bisa maka jadilah yang
berbeda."
Nice quote from Rully Kustandar. :-)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Point-point Majelis Masyarakat Maiyah PadhangmBulan 12 Juli 2014

Tidak ada komentar

1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.

#maiyahOnline

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Point-point Majelis Masyarakat Maiyah PadhangmBulan 12 Juli 2014

Tidak ada komentar

1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.

#maiyahOnline

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Point-point Majelis Masyarakat Maiyah PadhangmBulan 12 Juli 2014

Tidak ada komentar

1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.

#maiyahOnline

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Wasiat Bung Karno untuk kita

Tidak ada komentar
ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia:
 "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu" (Bung Karno).

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Petruk Dadi Ratu

Tidak ada komentar
Petruk mengenang, bagaimana ia sampai menjadi raja. Alkisah, tuannya, Abimanyu menderita sakit. Abimanyu adalah perantara, yang nantinya akan mewariskan dampar (tahta) Palasara, pendiri Astina, kepada Parikesit, anaknya. Bersamaan dengan sakitnya, pergilah ketiga wahyu yang dimilikinya, yakni wahyu Maningrat, yang menyebarkan benih keratuan, wahyu Cakraningrat, yang menjaga keberadaannya sebagai ratu, dan wahyu Widayat, yang melestarikan hidupnya sebagai ratu. Ketiga wahyu itu kemudian hinggap pada diri Petruk. Ia pun akhirnya dapat menjadi raja di negara yang dinamainya Lojitengara. Ia menggelari dirinya Prabu Wel-Geduwel Beh!. Untuk kukuh menjadi raja, ternyata ia membutuhkan damper kerajaan Astina, warisan Palasara.

Petruk memerintahkan kepada kedua patihnya, Bayutinaya—titisan Anoman—dan Wisandhanu—titisan Wisanggeni, anak Arjuna--, untuk mencuri tahta Palasara itu. Kedua utusan itu berhasil membawa pulang tahta tersebut. Prabu Wel-geduwel Beh mencoba duduk di atasnya. Begitu duduk, ia pun terjungkal. Ia coba lagi berulangkali. Sang Prabu akhirnya menyerah dan memperoleh bisikan melalui penasihat kerajaan bahwa supaya tidak terjungkal, ia harus memperoleh boneka yang bisa dililing (dilihat dan ditimang). Petruk kembali menyuruh kedua utusannya, Bayutinaya dan Wisandhanu untuk mencari boneka yang dimaksud. Tanpa memperoleh rintangan yang berarti, kedua utusannya berhasil membawa boneka itu yang tak lain adalah Abimanyu yang sedang sakit. Ketika dipangku Prabu Wel-Geduwel Beh, Abimanyu sembuh. Dan Abimanyu berkata, "Kamu takkan bisa menduduki tahta itu, jika kamu tidak memangku aku".

 "Pada saat itulah saya mengalami, bahwa saya ini hanyalah kawula. Dan saya sadar, saya akan tetap tinggal sebagai kawula, tak mungkinlah saya bisa duduk sebagai raja. Tugas saya hanyalah memangku raja, agar ia dapat menduduki tahtanya. Tuanku Abimanyu dapat duduk di tahta raja karena saya memangkunya. Jadi raja itu takkan bisa menjadi raja, kalau tidak dipangku kawula, rakyat jelata seperti saya ini", kata Petruk sambil memandang tanah datar di hadapannya. Dulu Petruk tidak tahu, mengapa ketiga wahyu itu pergi meninggalkan tuannya dan hinggap padanya. Sekarang ia paham, wahyu sebenarnya hanya pergi untuk sementara. Ia pergi hanya untuk nitik, menengok siapakah yang memangku orang yang kedunungan (dihinggapi) wahyu. Wahyu itu tidak asal hinggap. Dia akan hinggap pada orang yang layak dihinggapi, dan orang yang layak itu haruslah orang yang dipangku Petruk, sang rakyat dan sang kawula ini. Maka setelah tahu, bahwa Petruklah yang memangku Abimanyu, wahyu itupun berhenti menitik dan ketiganya kembali kapada Abimanyu.

 Di hadapan tanah datar itu, pikiran Petruk melayang lagi. Ia sedih mengingat gugurnya Abimanyu dalam Perang Bharata Yudha. Petruklah yang menggendong jenazah Abimanyu. Petruk pula yang membakar mayat Abimanyu menuju alam Mokshaya. "Saya ini hanyalah rakyat. Betapa pun hinanya diri saya, hanya saya yang bisa mengantarkan Sang Raja menuju alam kesempurnaannya. Sampai ke Moksha pun, raja itu bergantung pada kawula. Hanya rakyatlah yang dapat menyempurnakan hidup raja, bahkan ketiak ia berhadapan dengan akhiratnya", ujar Petruk. "Memang, kawula, sang rakyat ini ada sepanjang zaman. Sementara raja itu tidaklah abadi. Ia bertahta hanya dalam masa tertentu. Ketika masa itu lewat, ia harus turun atau binasa. Sementara rakyat terus ada. Buktinya, saya ini ada di sepanjang zaman. Menjadi punakawan, hamba yang menemani penguasa dari masa ke masa, sampai hari ini. Kawula iku ana tanpa wates, ratu kuwi anane mung winates ( rakyat itu ada tanpa batas, sedangkan raja itu ada secara terbatas)", kata Petruk. Petruk makin menyadari, siapa diri rakyat itu sebenarnya. Hanyalah rakyat yang dapat membantu penguasa untuk menuliskan sejarahnya. "Maka seharusnya penguasa itu menghargai kawula. Penguasa itu harus berkorban demi kawula, tidak malah ngrayah uripe kawula (menjarah hidup rakyat). Kwasa iku kudu ana lelabuhane (kuasa itu harus mau berkorban). Kuasa itu bahkan hanyalah sarana buat lelabuhan, kendati ia masih berkuasa, ia tidak akan di-petung (dianggap) oleh rakyat. Raja itu bukan raja lagi , kalau sudah ditinggal kawula. Siapa yang dapat memangkunya, agar ia bisa menduduki tahta, kalau bukan rakyat? Raja yang tidak dipangku rakyat adalah raja yang koncatan (ditinggalkan) wahyu," kata Petruk. Tapi Ki Petruk, mengapa banyak penguasa yang tak memperhatikan kawula,menginjak-injak dan menghina kawula, toh tetap dapat duduk di tahtanya? "Dalam pewayangan pun ada penguasa yang tak dipangku rakyat seperti saya. Dia adalah Dasamuka yang lalim.

 Dia adalah Duryudana yang serakah. Seperti halnya hanya ada satu tahta Palasara, demikian pula hanya ada satu tahta rakyat. Duryudana berkuasa, tapi tak pernah berhasil menduduki tahta Palasara. Banyak penguasa berkuasa, tapi mereka sebenarnya tidak bertahta di dampar yang sebenarnya, yakni dampar rakyat ini", jawab Petruk. Tiba-tiba Petruk mendengar, tanah datar di hadapannya itu bersenandung. Makin lama semakin keras bahkan menjadi senandung Panitisastra: dulu tanah itu adalah hutan lebat yang bersinga. Singa bilang, kalau hutan tak kujaga tentu ia akan dibabat habis oleh manusia. Dan hutan bilang, kalau singa tak kunaungi dan pergi dariku, pasti ia akan ditangkap oleh manusia. Akhirnya singa dan hutan sama-sama binasa. Singa yang tak berhutan dibunuh manusia, hutan yang tak bersinga dibabat manusia…. "Raja dan rakyat harus wengku-winengku (saling memangku), rangkul-merangkul, seperti singa dan hutan, seperti Abimanyu dan Petruk", kata Ki petruk menyenandung tembang Panitisastra. ( Luqman, M.Pd)

 *sumber blog || kumpulanceritawayang.com

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Blessing dan Ndilalah

Tidak ada komentar
Kata kebenaran, padanannya adalah the thruth, atau bahasa Arabnya: al-haq. Kita pakai kata itu ketika menjelaskan firman Tuhan, teologi, hukum, moral dan lain sebagainya. Sedangkan kebetulan, akronim yang dipakai biasanya adalah blessing in disguise. Bahasa Al Qur’annya “min haitsu la yahtasib”. Bahasa Kejawennya: ndilalah, atau lengkapnya ndilalah kersaning Allah. Istilah kebetulan biasanya dipakai untuk menjelaskan nasib baik yang tak disengaja, keberuntungan yang di luar perhitungan.

Ya itu tadi: min haitsu la yahtasib, dari sesuatu yang tidak engkau perhitungkan. Kalau saya dianiaya orang, saya langsung kutip kata-kata Allah itu: min haitsu la yahtasib!, ada sesuatu yang tak engkau sangka-sangka akan mendatangimu. Atau ndilalah, yang bahasa aslinya: ‘indallah, atas kehendak Allah. Pertanyaan kita adalah: mosok kehendak Allah itu hanya kebetulan, dan bukan kebenaran.
Oleh Muhammad Ainun Nadjib 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar