Rumahku adalah surgaku, begitulah kata pepatah orang
tua dahulu. Akan tetapi bagi diriku, rumahku ada di
mana-mana di atas bumi ini. Dan semua ini surga
bagiku. Di mana tanah dipijak di situlah langit aku
junjung. Di mana malam tiba di situlah diriku berteduh
dari angin dan hujan. Diriku berasal dari tanah dan akan
kembali lagi ke dalam tanah.
Aku tidak punya apa apa. Semua ini yang punya Allah.
Karena aku tidak punya apa-apa, maka aku ringan
bergerak kesana kemari dengan riang. Harta benda,
bahkan tubuh dan nyawa yang ada di dekatku ini bukan
aku yang memiliki, mereka hanyalah titipan belaka. Maka
aku wajib untuk menjaga sebaik-baiknya. Serta
menunaikan amanah Sang Pemilik Sejati, sebagaimana
yang pernah disampaikan kepada diriku sebelum lahir.
Maka aku ini sesungguhnya tidak bisa berada dengan
sendirinya. Aku tergantung pada Allah SWT.
Ketergantungan mutlak mulai dari bernafas, makan
minum tidur istirahat, berpikir, rasa batin, kebahagiaan
ketenangan, bahkan keberadaanku ini ada karena DIA
ada. Kalau seandainya DIA tidak ada, maka aku jelas
tidak ada.
Kalau seandainya DIA tidak hadir, maka pasti aku tidak
hadir. Kehadiran DIA sungguh-sungguh bisa kuresapi
dengan hati sanubariku. Kuyakin bahwa keyakinanku ini
benar karena aku tidak punya keyakinan lain selain
keyakinan yang dialirkan dari DIA.
DIA memenuhi relung batinku setiap waktu. DIA fokus
utama hidupku. DIA memenuhi kasih sayangku,
memenuhi rinduku, memenuhi rasaku hingga aku dibuat
berdebar-debar setiap waktu. DIA adalah kekasihku yang
kurindukan disetiap ruang dan waktu. Di puncak gunung
aku bersamanya, di hutan aku memeluknya, di gang-
gang kota aku bercengkrama dengannya, di ramainya
dunia aku selalu bergandengan tangan bersamanya.
Maka kubekerja, kuberkarya, kulalui hari-hariku sejatinya
bukanlah aku yang bekerja, bukanlah aku yang berkarya,
bukanlah aku yang melakukan semua ini. Bilangan dua
itu tidak ada. Hanya ada satu: Yaitu Engkau.
Kuberpesan, makamkan diriku di tanah tak dikenal bila
kelak aku sudah saatnya berpindah alam. Bagiku dikenal
atau tidak, punya nama atau tidak, karyaku diingat atau
tidak, bukan hal yang penting. Aku belajar untuk ikhlas.
Memberi tanpa harus menunggu kembalian. Seperti
matahari, seperti Allah.
Justru nikmat dan puas bila sebuah karya ada
manfaatnya. Soal siapa yang memulai karya, bukankah
tidak begitu penting untuk diketahui? Sebab bahwa
karya ku itu sejatinya adalah karya NYA. Aku hanya
menjalani takdirku saja, sebagai manusia yangmana
tanda-tanda keberadaanku pun tidak layak untuk
dikenal.
Kalau aku sudah jadi mayat. Tutupilah tubuhku dengan
tanah. Perlahan engkau tinggalkan aku pergi. Langkah-
langkahmu menjauh dari diriku. Masih terdengar jelas
langkah terakhir mereka. Aku sendirian,di tempat gelap
yang tak pernah terbayang. Sendiri…. bersama belahan
hati-belahan jiwa. Kawan dekatku hanya satu yang
selalu menemani. Allah Ta’ala…
Semasa di dunia, aku sudah tanamkan dalam hatiku:
kawan, sanak kerabat, handai tolan dan siapapun
sejatinya adalah DIA. Tidak perlu ada kesedihan
berlebihan ketika sosok mereka satu persatu
meninggalkan diriku. Kepedihan, kegalauan,
kebingungan tidak perlu ada. Aku tetap sendiri, disini,
bersama kekasihku yang selalu menemani.
YA RAHMAN, engkau beri semua makhluk apa yang
mereka butuhkan untuk hidup dan pulang ke jalan-MU.
Maka bersama ini aku kembalikan harta yang telah
kukumpulkan,yang telah kumakan dengan rakus, yang
telah kulahap dengan nafsu ini kepada-MU, karena
memang bukan aku yang punya. Apa hakku untuk
mencuri milik MU? Apa hakku untuk mengaku ini
hartaku?
YA RAHIM, engkau cintai dan sayangi semua makhluk
tanpa terkecuali. Engkau kasihi ayah dan ibuku, isteri
dan anakku. Kupasrahkan nasib mereka kepadamu,
karena engkau yang menggenggam nasib mereka di
tanganmu.
YA ALLAH, Engkau selalu membuka setiap kesempatan
padaku untuk menyesal dan bertobat. Maka apa lagi
yang membuatku sedih? Engkau pinjamkan waktu milik-
MU, agar aku senantiasa bisa memperbaiki kesalahan
dan dosa ku. Dengan kesadaran-Mu, aku bisa memohon
maaf pada mereka yang selama ini telah merasakan
kezalimku,yang selama ini sengsara karena aku.
Aku adalah milik MU
Aku adalah kepunyaan MU
Aku tidak punya apa-apa
Aku di dalam kekuasaan MU
Aku tidak ada
Alam semesta tidak ada
Engkaulah yang ada
Cuma Engkau, yang lain tidak
La ilaha Ilallah
@kwa2014
Makamkan aku di Tanah tak Bernama
1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.
Point-point Majelis Masyarakat Maiyah PadhangmBulan 12 Juli 2014
1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.
Point-point Majelis Masyarakat Maiyah PadhangmBulan 12 Juli 2014
1. Hidup itu luas, jangan mudah membela sesuatu yang hanya cuilan-cuilan.
2. Indahnya islam itu ukurannya bukan apa dan siapa dirinya, tp kedekatannya dg Allah dan Rasulullah
.3. Kedalam Maiyah kita melakukan penyadaran, keluar Maiyah kita melakukan pengayoman.
4. Hrs ada reserve kesedihan dlm setiap kesenangan, jg sebaliknya.
5. Jgn terlalu senang terhadap pilihan2mu, krn ke depan akan ada banyak hal yg mengecewakanmu.
6. Menentukan sesuatu itu hrs ada/didasari syariat yg jelas, aturan yg jelas.
7. Terhadap apa yang sudah terjadi, kita harus ridha.
8. Syariat dengan hakikat itu ada bedanya. Dianjurkan bersyariat dengan memahami hakikat dan memahami hakikat dengan bersyari'at.
9. Yg boleh mengumumkan pemenang pertandingan tinnju adlh si wasit, bkn opini2.
10. Maiyah itu bkn golongan, tdk adatdk mslh, yg penting bgmn kita bs selalu dekat dg Allah dan Rasulullah.
11. Akhlak itu sesuatu yg sdh tertanam dlm jiwa, kemudian keluar tanpa rekayasa. Mgkn bs direkayasa, tp Allah akan membukanya.
12. Syafaat itu pertolongan, konteksnya nti di akherat ketika tdk siapapun bs memberikan pertolongan kecuali Nabi dg izin Allah.
13. Sdg pertolongan di dunia itu tdk lgsg, klo kita mendoakan/bershalawat, maka malaikat dan Nabi-pun akan mendoakan kita.
14. Khusnudhan saja, klo di akherat berlaku, maka disinipun (dunia) jg berlaku.
15. Memperoleh syafaat atau tdk jgndiukur dg ukuran dunia. Yg nmr satuadalah mencintai tdk dg pamrih.
16. Anda harus bisa melihat bagaimana cara anda melihat.
17. Banjir itu cara pandang manusia,tp tdk sama dg bahasa air itu sendiriyg hanya taat mengalir dr ketinggianke tempat rendah.
18. Baik buruknya akhlak itu ada konteksnya, ada tempatnya. Membunuh tdk selamanya buruk. Memberi makan tdk selalu baik.
19. Ilmu yg tertinggi adlh asyhadu alla ilaaha illallah. Muhammadurrasulullah-nya berlaku utk ummat Muhammad.
20. Allah menyuruh kita utk mengucapkan 'robbanaa maa khalaqta hadza bathila'. Org yg kagum dg kedahsyatan Allah itu adalah org yg bersyahadat.
21. Org yg bersyahadat itu adlh org yg menyaksikan kebesaran Allah. Maka puncak ilmu adalah syahadat.
22. Yg skrg seolah2 bermusuhan dg kita adlh org2 yg tertipu, bkn musuhmu. Dia adlh org yg hrs anda kasihani.
23. Seumpama anda menang, apakah anda lantas bermusuhan dg yg kalah?
24. Mengeluarkan uang itu tdk mslh, tp mjd mslh jk mengeluarkan uang itu krn ditipu, diinjak2. Bkn soal uangnya...
25. Jika sdh ditipu, dicuri, mk sikap kita jg hrs tepat utk mendapatkan ilmu ikhlas.
26. Dinding yg menghindarkan dari aids itu bkn adanya lokalisasi, tetapi tdk melakukan hubungan sex yg salah. Tdk melakukan sex yg salah itu dg akhlaqul karimah.
27. Berbuat baik itu dimana2, tdk mslh. Yg penting dihitung (bukan dihitung bkn akeh-sitik-e/brp kali berbuat baiknya, ttp ketepatan perbuatannya, Red), krn baik jg hrs benar, benar jg hrs baik.