Tampilkan postingan dengan label katamutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katamutiara. Tampilkan semua postingan
ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia:
 "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu" (Bung Karno).

Wasiat Bung Karno untuk kita

Kata kebenaran, padanannya adalah the thruth, atau bahasa Arabnya: al-haq. Kita pakai kata itu ketika menjelaskan firman Tuhan, teologi, hukum, moral dan lain sebagainya. Sedangkan kebetulan, akronim yang dipakai biasanya adalah blessing in disguise. Bahasa Al Qur’annya “min haitsu la yahtasib”. Bahasa Kejawennya: ndilalah, atau lengkapnya ndilalah kersaning Allah. Istilah kebetulan biasanya dipakai untuk menjelaskan nasib baik yang tak disengaja, keberuntungan yang di luar perhitungan.

Ya itu tadi: min haitsu la yahtasib, dari sesuatu yang tidak engkau perhitungkan. Kalau saya dianiaya orang, saya langsung kutip kata-kata Allah itu: min haitsu la yahtasib!, ada sesuatu yang tak engkau sangka-sangka akan mendatangimu. Atau ndilalah, yang bahasa aslinya: ‘indallah, atas kehendak Allah. Pertanyaan kita adalah: mosok kehendak Allah itu hanya kebetulan, dan bukan kebenaran.
Oleh Muhammad Ainun Nadjib 

Blessing dan Ndilalah

Anda harus menjadi orang merdeka sehingga punya sidik paningal (kejernihan dan ketepatan penglihatan). Nanti puncaknya adalah putus pamriksa (ma’rifat), di mana Anda melihat sesuatu sampai ke ufuknya secara sangat jelas. Jangan sampai anda melangkah lebih lanjut sebelum meyakini kepastian bahwa solusi yang anda lakukan sudah tepat. Perkara gagal itu lain masalah, tapi ketepatan adalah nomor satu.
Emha Ainun Nadjib

Berfikirlah secara pasti sebelum melangkah